Jumat, 17 Februari 2012

DASAR-DASAR DAN TUJUAN ILMU PENDIDIKAN
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Pendidikan yang di ampu oleh Bapak Ahmad Zuhdi, M.Ag.

 





Di sususn oleh :
Anna Rosyidiana Rosida
Khalimah
Arif Usman

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN (FITK)
UNNIVERSITAS SAINS AL-QUR’AN (UNSIQ JAWA TENGAH
DI WONOSOBO
2011
BAB  I
PENDAHULUAN
Dalam arti sederhana pendidikan sering di artikan sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat di dalam masyarakat dan kebudayaan. Dalam perkembangannya istilah pendidikan atau paedagogie berarti bimbingan atau pertolongan yang di berikan dengan sengaja oleh orang dewasa agar ia menjadi dewasa. Pendidikan juga di artikan sebagai usaha yang di jalan kan oleh seseorang atau kelompok orang lain agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat hidup atau penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental.
Pendidik (tenaga pendidikan) di sekolah adalah tenaga profesional, yang tidak dengan dirinya lahir, melainkan merupakan seorang pribadi yang membentuk dirinya dalam suatu proses perkembangan yang panjang. Proses pembentukan diri pendidik secara formal mulai berlangsung selama seorang calon pendidik menempuh pendidikan di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Berkaitan dengan ini, calon pendidik atau (mahasiswa) mempelajari ilmu pendidikan Teoretis (dasar-dasar ilmu pendidikan) untuk membentuk pemahaman yaitu pengguasaan terhadap ilmu pendidikan dan sikap diri (keyakinan) yang positif mengenai pendidikan. Ia berusaha memahami dirinya, mengadakan koreksi diri (self awarness, self correction), dengan melihat kemampuannya serta kekurangannya, lalu berusaha memperbaiki, menyempurnakannya (Langaveled, fatsal 3; Suwarno 1985: 18). Pemahaman dalam hal-hal pokok pendidikan mendorong calon pendidik membentuk keyakinan dan sikap dasar bahwa tindakan pendidikan harus dilakukan dengan penuh kesadaran, berencana , teratur, sehingga dapat di pertanggung jawabkan secara rasional dan moral. Keyakian dan sikap ini akan membantu pula mahasiswa dalam mempelajari Komponen M ata Kuliah PBM seperti Perencanaan Penaggajaran/Bimbingan konseling (BK), Pengelolaan Kelas/ layana BK, Penilaian Hasil Belajar, Praktek kerja Lapangan (PPL). Dan lainnya.
Apa yang di kemukakan di atas dapat di jelaskan secara lain dengan mengutip penjelasan dari kurikulum inti: “pengalaman belajar dari Komponenen Dasar Kependidikan harus mampu membentuk “filosofi” guru dalam arti kaca mata yang akan mewarnai sepak terjangnya dari hari ke hari. Pengetahuan yang berhubungan dengan pondasi-pondasi kependidikan (filosofis,psikologis, sosiologis, dan seterusnya) hanya memperoleh hak hidup di dalam pendidikan guru (sekolah lanjutan dan dasar) sepanjang ia memberikan kepada (calon) guru yang bersangkutan (i) wawasan tentang hakekat serta tujuan pendidikan yang membantunya kelak bersikap dan berbuat secara tepat di dalam menghadapi tugas-tugasnya. (ii) wawasan tentang peranannya di sekolah (instruksional maupun non-instruksional), di masyarakat maupun di lingkungan (kelompok profesional). ( Kurikulum Inti. Buku 2: 23.) 
 
BAB II
PEMBAHASAN


A.    PENGERTIAN PENDIDIKAN
Pendidikan memiliki definisi yang sangat luas dan dapat dilihat dari berbagai sudut. Etimologi (Bahasa)
Bahasa Arab : berasal dari kata Tarbiyah, dengan kata kerja Rabba yang memiliki makna mendidik atau mengasuh.
Bahasa Yunani : berasal dari kata Pedagogi, yaitu dari kata “paid” artinya anak dan “agogos” artinya membimbing. Itulah sebabnya istilah pedagogi dapat diartikan sebagai “ilmu dan seni mengajar anak (the art and science of teaching children)
1.    Definisi secara umum
Pendidikan dapat diartikan sebagai Suatu metode untuk mengembangkan keterampilan, kebiasaan dan sikap-sikap yang diharapkan dapat membuat seseorang menjadi lebih baik.
2.    Kamus Besar Bahasa Indonesia
Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara dan pembuatan mendidik
3.    Menurut Undang-Undang
a.    UU SISDIKNAS No. 2 tahun 1989 : Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.
b.     UU SISDIKNAS no. 20 tahun 2003: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
4.    Langeveld
Pendidikan ialah setiap usaha,pengaruh,perlindungan dan bantuan yang di berikan kepada anak tertuju kepada pendewasaan anak itu,atau lebih tepat membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri. Pengaruh itu datangnya dari orang dewasa atau (yang di ciptakan oleh orang dewasa seperti sekolah,buku,putaran hidup sehari-hari dsb) dan ditujukan kepada orang yang belum dewasa.1
5.    John Dewey
Pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional ke arah alam dan sesama manusia.
6.    J.J. Rousseau
Pendidikan adalah memberi kita pembekalan yang tidak ada pada masa kanak-kanak akan tetapi kita membutuhkannya pada waktu dewasa.
7.    Driyarkara
Pendidikan ialah pemanusiaan manusia muda atau penggangkatan manusia muda ke taraf insani.
8.    Carter V.Good
Pendidikan adalah:
a.    Seni,praktik atau profesi sebagai pengajar.
b.    Ilmu yang sistematis atau pengajaran yang berhubungan dengan prinsip dan metode-metode mengajar, pengawasan dan bimbingan murid, dalam arti luas di gantikan dengan istilah pendidikan.
9.    Ahmad D. Marimba
Pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh si pendidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.
10.    Ki Hajar Dewantara
Pendidikan yaitu tuntunan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya pendidikan yaitu menuntun kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.2
Dari pengertian atau batasan pendidikan yang di berikan para ahli tersebut, meskipun berbeda secara redaksional, namun secara essensial terdapat kesatuan unsur-unsur atau faktor-faktor yang terdapat di dalamnya, yaitu bahwa PENGERTIAN PENDIDIKAN TERSEBUT MENUNJUKAN SUATU PROSES BIMBINGAN, TUNTUNAN ATAU PIMPINAN YANG DI DALAMNYA MENGGANDUNG UNSUR-UNSUR SEPERTI PENDIDIK,ANAK DIDIK TUJUAN dsb.

B.    DASAR PENDIDIKAN  
Dasar pendidikan adalah pondasi atau landasan yang kokoh bagi setiap masyarakat untuk dapat melakukan perubahan sikap dan tata laku dengan cara berlatih dan belajar dan tidak terbatas pada lingkungan sekolah, sehingga meskipun sudah selesai sekolah akan tetap belajar apa-apa yang tidak ditemui di sekolah. Hal ini lebih penting dikedepankan supaya tidak menjadi masyarakat berpendidikan yang tidak punya dasar pendidikan sehingga tidak mencapai kesempurnaan hidup. Apabila kesempurnaan hidup tidak tercapai berarti pendidikan belum membuahkan hasil yang menggembirakan. Dasar atau landasan pendidikan dapat dilihat dari berbagai segi yaitu :
1.     menurut pandangan islam :
a.     Al-qur’an.
Al-qur’an merupakan pedoman tertinggi yang manjadi petunjuk dan dasar kita hidup di dunia. Dalam Al-qur’an kita bisa menemukan semua permasalahan hidup termasuk pendidikan dan ilmu pengetahuan.
b.    Hadist
Hadist merupan pedoman kita setalah Al-qur’an, dengan demikian hadist juga merupakan dasar atau elemen dalam pendidikan.
c.    Nilai-nilai Sosial kemasyarakatan yang tidak bertentangan dengan Al-qur’an dan Hadist.
2.  Secara Umum
1. Religius
Merupaken elemen atau dasar pendidikan yang paling pokok, disini ditanamkan nilai nilai agama islam (iman, akidah dan akhlak)  sebagai suatu pondasi yang kokoh dalam pendidikan
2.    Ideologis
Yaitu mengacu kepada ideologi bangsa kita yakni nya pancasila dan berdasarkan kepada UUD 1945. Dan intinya adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
3.    Ekonomis
Pendidikan bisa dijadikan sebagai suatu langkah untuk mendapatkan kehidupan yang layak dan keluar dari segala bentuk kebodohan dan kemiskinan.
4.    Politis
Lebih mengacu kepada suasana politik yang berlansung.
5.    Teknologis
Dunia telah mengalami eksplosit ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan bisa dikatakan teknologi sangat memiliki peran dalam kemajuan dunia pendidikan.
6.    Psikologis dan Pedagogis
Tugas pendidikan sekolah yang utama adalah mengajarkan bagaimana cara belajar, mendidik kejiwaan, menanamkan motivasi yang kuat dalam diri anak untuk belajar terus-menerus sepanjang hidupnya dan memberikan keterampilan kepada peserta didik, mengembangkan daya adaptasi yang besar dalam diri peserta didik.
7.    Sosial Budaya
Mengacu kepada hubungan antara individu dengan individu lainnya dalam suatu lingkungan atau masyarakat. Begitu juga hal nya dengan budaya, budaya masyarakat sangat berperan dalam proses pendidikan, karena budaya identik dengan adat dan kebiasaan. Apabila sosial budaya seseorang itu berjalan baik maka pendidikan akan mudah dicapai.

Pendidikan merupakan fenomena manusia yang fundamental, yang  juga mempunyai sifat konstruktif dalam hidup manusia. Karena itulah kita di tuntut untuk mampu menggadakan refleksi ilmiahtentang pendidikan tersebut, sebagai pertanggung jawaban terhadap perbuatan yang di lakukan yaitu mendidik dan dididik.3 Karena itu dengan memperhatikan batasan-batasan pendidikan tersebut, ada beberapa pengertian dasar yang perlu di pahami sebagai berikut :
a.    Pendidikan merupakan suatu proses terhadap anak didik berlangsung terus sampai anak didik mencapai pribadi dewasa susila, maka ia sepenuhnya mampu bertindak sendiri bagi kesejahteraan hidupnya dan masyarakatnya.
b.    Pendidikan merupakan perbuatan manusiawi. Pendidikan lahir dari pergaulan antar orang dewasa dan orang yang belum dewasa dalam satu kesatuan hidup. Tindakan mendidik yang di lakukan oleh orang dewasa dengan sadar dan sengaja di dasari oleh nilai-nilai kemanusiaan. Tindakan tersebut menyebabkan orang yang belum dewasa menjadi dewasa dengan memiliki nilai-nilai kemanusiaan, dan hidup menurut nilai-nilai tersebut. Kedewasaan diri merupakan tujuan pendidikan yang hendak di capai melalui perbuatan atau tindakan pendidikan.4
c.    Pendidikan merupakan hubungan antar pribadi pendidik dan anak didik. Dalam pergaulan terjadi kontak atau komunikasi antara masing-masing pribadi. Hubungan ini jika meningkat ke taraf hubungan pendidikan, maka menjadi hubungan antara pribadi pendidik dan pribadi si anak didik, yang pada akhirnya melahirkan tanggung jawab pendidikan dan kewibawaan pendidikan. Pendidik bertindak demi kepentingan dan keselamatan anak didik, dan anak didik mengakui kewibawaan pendidik dan bergantung padanya.
d.    Tindakan atau perbuatan mendidik menuntun anak didik mencapai tujuan-tujuan tertentu, dan hal ini tampak pada perubahan-perubahan pada diri anak didik. Perubahan sebagai hasil pendidikan merupakan gejala kedewasaan yang secara terus menerus mengalami peningkatan sampai penentuan diri atas tanggung jawab sendiri oleh anak didik atau terbentuknya pribadi dewasa susila.   
1.    Unsur-Unsur Dasar Ilmu Pendidikan
Dari batasan-batasan ini nampak unsur-unsur atau aspek-aspek dasar dari ilmu pendidikan yaitu :
a.    Ilmu pendidikan sebagai ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri.5
b.    Mempunyai objek sendiri.
c.    Pemikiran ilmiah tentang objek itu (fenomena insani atau gejala insani yang di sebut pendidikan) tersusun secara kritis, metodis, sistematis.
d.    Ilmu pendidikan merupakan ilmu terapan (praktis) serta mempunyai dua segi yaitu segi teoretis dan praktis.
e.    Ilmu pendidikan bersifat normatif.

C.    TUJUAN ILMU PENDIDIKAN
 
A. sebagai arah pendidikan
    Tanpa adanya semacam antisipasi (pandangan ke depan) kepada tujuan, penyelewengan akan banyak terjadi demikian pula kegiatan-kegiatannya pun tidak akan efisien. Dalam hal ini tujuan akan menunjukan arah dari suatu usaha, sedangkan arah tadi menunjukan jalan yang harus di tempuh dari situasi sekarang kepada situasi berikutnya. Dalam meninjau tujuan sebagai arah ini, tidak di tekankan pada persoalan kejurusan mana garis yang telah memberi arah pada usaha tersebut, tetapi di tekankan kepada masalah garis manakah yang harus kita ambil dalam melaksanakan usaha tersebut, atau garis manakah yang harus di tempuh dalam keadaan “sekarang dan disini”.19 sebagai contoh, guru berkeinginan membentuka anak didiknya menjadi manusia yang cerdas, maka arah usahanya ialah menciptakan situasi nelajar yang dapat menggembangka kecerdasan.
1.     Tujuan Pendidikan Dalam Islam
Tujuan pendidikan islam adalah mendekatkan diri kita kepada Allah dan pendidikan islam lebih mengutamakan akhlak. Secara lebih luas pendidikan islam bertujuan untuk:
•    Pembinaan Akhlak
•    Penguasaan Ilmu
•    Keterampilan bekerja dalam masyarakat
•    Mengembangkan akal dan Akhlak
•    Pengajaran Kebudayaan
•    Pembentukan kepribadian
•    Menghambakan diri kepada Allah
Menyiapkan anak didik untuk hidup di dunia dan akhirat Disamping itu pendidikan berfungsi untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia indonesia.  Tujuan pendidikan dapat dilihat dari dua sudut pandang yaitu menurut islam dan tujuan pendidikan secara umum dan pendidikan secara khusus.
2.    Tujuan Pendidikan Secara Umum
Tujuan pendidikan secara umum dapat dilihat sebagai berikut:
1.    Tujuan pendidikan terdapat dalam UU No2 Tahun 1985 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia yang seutuhnya yaitu yang beriman dan dan bertagwa kepada tuhan yang maha esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan kerampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan berbangsa.
2.    Tujuan Pendidikan nasional menurut TAP MPR NO II/MPR/1993 yaitu  Meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, terampil, berdisiplin, beretos kerja profesional serta sehat jasmani dan rohani. Pendidikan nasional juga harus menumbuhkan jiwa patriotik dan memepertebal rasa cinta tanah air, meningkatkan semangat kebangsaan dan kesetiakawaan sosial, serta kesadaran pada sejarah bangsa dan sikap menghargai jasa para pahlawan, serta berorientasi masa depan.
3.    TAP MPR No 4/MPR/1975, tujuan pendidikan adalah membangun di bidang pendidikan didasarkan atas falsafah negara pancasila dan diarahkan untuk membentuk manusia-manusia pembangun yang berpancasila dan untuk membentuk manusia yang sehat jasmani dan rohaninya, memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat mengembangkan kreatifitas dan tanggung jawab dapat menyuburkan sikap demokratis dan penuh tenggang rasa, dapat mengembangkan kecerdasan yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur, mencintai bangsanya dan mencintai sesama manusia sesuai dengan ketentuan yang termaktub dalam UUD 1945.
3.    Tujuan pendidikan secara khusus
Tujuan ini merupakan pengkhusussan dari tujuan umum di atas dasar beberapa hal, di antaranya :
i.    Terdapatnya pebedaan individual anak didik, misalnya perbadaan dalam bakat, jenis kelamin, intelegensi, minat dab sebagainya.
ii.    Perbedaan lingkungan keluarga atau masyarakat, misalnya: tujuan khusus untuk masyarakat pertanian, perikanan dll.
iii.    Perbedaan yang berhubungan dengan tugas lembaga pendidikan, misalnya: tujuan khusus untuk pendidikan keluarga, pendidikan sekolah, dan pendidikan dalam perkembangan pemuda.
iv.    Perbedaan yang berhubungan dengan pandangan atau falsafah hidup suatu bangsa.6
 
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN:
Dari Uraian diatas dapat kami simpulkan bahwa :
1.    Pendidikan menurut pandangan islam lebih dominan kepada pembentukan akhlak, akidah dan iman. Sedangkan secara umum pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan pengembangan kemapuan yang dimiliki. Apabila kedua hal ini digabungkan maka hasil dari pendidikan akan sangat maksimal dan menghasilkan peserta didik yang memiliki intelektual dan akhlak yang mulia.
2.    Dasar pendidikan menurut islam fokus kepada Al-qur’an dan hadist sedang secara umum dasar pendidikan juga lebih menitik beratkan ke dasar religius.
3.    Pendidikan dapat dilihat dari dua sudut apndang yaitu pendidikan secara umum, dan pendidikan secara khusus.
4.    Tujuan Pendidikan baik secara islam dan umum hampir memiliki kesamaan yaitu mendapatkan kesuksesan. Apabila digabungkan maka tujuan pendidikan adalah upaya untuk meraih kesuksesan hidup di dunia dan akherat.
5.    Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam hidup manusia. Untuk mendapatkan pendidikan yang baik maka perlu adanya pemahaman terhadap dasar dan tujuan pendidikan secara mendalam baik secara islam maupun secara umum. 








1 komentar: